Pena Tumpul

aku sketsa1

“Menulislah maka kau akan abadi”

Kalimat di atas aku dapat saat aku mengikuti diklat jurnalistik di trenggalek. Aku lebih terkesan dengan filosofi itu daripada bahasan-bahasan bahwa tulisan bisa mendatangkan uang. Selanjutnya, Aku sudah menjadi saksi dari keabadian seorang Pramudya Ananta Toer yang sudah berpulang kepada sang pencipta beberapa tahun yang lalu. Saksi dari seorang seorang Soekarno yang sudah meninggal 43 tahun yang lalu. Saksi keabadian Tan Malaka yang sudah hilang pada tahun 1947-an. Dan bahkan saksi dari Herodotus yang hidup pada 300 SM. Darimanakah aku mendapatkan tentang keabadian-keabadian mereka? Yupp… aku menemukan mereka kembali lewat buku-buku hasil karya mereka. Meskipun mereka sudah tidak ada lagi di dunia ini.

Aku mungkin akan dianggap terlalu naif apabila menyamakan diri dengan mereka. Tak mungkin aku dapat disamakan dengan para penulis muda pada masa ini sekalipun, semacam Ayu Utami, Dee Lestari, Andrea Hirata, Ong Hok Ham, dan lain sebagainya. Atau bahkan dengan seorang penulis bernama Nadia Agni yang peluncuran bukunya ku saksikan kemarin. Aku bukanlah siapa-siapa. Penaku masih tumpul dan tak tajam. Tapi semangat menulis merekalah yang menjadi inspirasi bagiku. Karena itu aku menulis. Meski terlambat, tapi lebih baik dari pada tidak sama sekali. Mungkin komprominya aku hanya akan setengah abadi. Akan tetapi who cares. Aku tak perduli. Minimal keabadian itu akan ada dibenak anak cucuku kelak. Bahwa aku pernah hidup. Aku pernah ada. Sebuah coretan-coretan yang aku tulis dengan sebuah “Pena Tumpul“.


HUGO CHAVEZ DAN RUMAH

26 March 2013

chavez

Oleh : Iwan Soebakree

Hari itu, 6 Maret 2013, aku baca koran. Di berita utama tertulis judul sebuah berita, “Presiden Kontroversial itu Telah Pergi. Yup… Pada Selasa 5 Maret 2013, Hugo Chavez, sang presiden dari Venezuela yang terkenal anti Amerika itu telah meninggal karena sakit yang di deritanya. Saat aku membuka facebook, di beranda, aku lihat beberapa postingan status yang di situ tertulis pernyataan belasungkawa dan simpati yang mendalam atas kepergian sang presiden tersebut. Dan di postingan status lain, tertulis agak panjang seperti di bawah ini :

SEKBER BURUH mengajak semua kawan-kawan serikat buruh, serikat tani, serikat perempuan, mahasiswa/i, dan seluruh masyarakat untuk turut dalam Aksi Solidaritas Rakyat Indonesia untuk Rakyat Venezuela–sekaligus duka cita mendalam atas meninggalnya Hugo Chavez–Aksi ini akan dilakukan nanti malam, jam 20.00 di Bunderan Hotel Indonesia dalam bentuk Aksi Seribu Lilin. Diharapkan semua kawan membawa lilin dan membawa poster (atau foto, gambar, kaos, topi) Hugo Chevez. Read the rest of this entry »


“ULANG TAHUN”

25 February 2013

 tr

Oleh : Iwan Soebakree*

Dua hari lagi,  tanggal 27 Februari. Dua Tahun yang lalu, tanggal yang sama, engkau lahir ke dunia ini. Lengkap  dengan segala pengharapan atas kehadiranmu di tengah-tengah kami, Aku dan Ibumu (Baca : Idayu dan Perempuan Masa Depan Indonesia).

Kamu tahu nak, banyak orang yang bilang kalau Hari kelahiran (Hari Ulang Tahun) itu, adalah salah satu momentum besar. Hal ini kemudian diwujudkan dengan mengadakan pesta yang meriah, perayaan, nyanyi-nyanyi, makan-makan, tiup lilin seraya berdoa supaya keberuntungan dan kebahagiaan menyertai. Kemarin-kemarin, ibu kamu juga pernah cerita kalau dapat undangan perayaan ulang tahun salah satu anak tetangga. Ya yang pastinya kamu gak bakal mengerti kejadian apa yang ada di situ. Karena kamu masih berumur satu tahun. Tapi pastinya kamu pulang dengan membawa kotak yang isinya jajan-jajan beraneka warna. Sedap kan? Dan karena kamu masih kecil dan belum saatnya makan-makanan yang seperti itu, ya jajan-jajan itu yang habiskan ya ibu mu ma ayah. Jangan marah ya nak. Heheheh..! Read the rest of this entry »


KESAKITAN

20 January 2013

eyesclown

Oleh : Iwan Soebakree*

 

Tanggal 18 Desember 2012, mendekati tahun baru. Aku kembali duduk termenung di sini. Di sebuah bangku rumah sakit yang sama saat Idayu dilahirkan 2 tahun lalu. Bedanya saat ini aku menunggui Idayu sedang terkulai lemah dan sedikit rewel karena sakitnya. Bakteri “Salmonella typhi” telah menginfeksi dalam tubuhnya. Setelah sebuah jarum infus menancap di punggung tangannya, aku berbisik,”Kuatkan dirimu ya nak…!”. Ayah di sini bersamamu. Ayah memang tidak akan bisa merasakan sakit yang sama dengan sakitmu. Sakit yang kamu rasakan sewaktu jarum infus menembus kulitmu. Namun yakinlah, di dalam dada ayah, dalam hati yang paling dalam ayah juga kesakitan. Kesakitan karena hanya bisa memberikan pelayanan kelas dua untuk perawatan sakitmu. Kesakitan karena ayah tak mampu memberikan yang terbaik buatmu. “Maafkan ayah ya nak…!” Read the rest of this entry »


BRANJANGAN

18 December 2012

macet-jembatan-branjangan

Oleh : Iwan Soebakree

 

Jembatan itu, dulu teksturnya bergelombang. Kendaraan harus merambat pelan untuk melewatinya. Satu waktu, terdapat salah satu bagian jembatan yang jebol. Beberapa hari  kemudian, bagian itu ditambal, namun giliran bagian lain yang jebol. Mungkin itu jembatan tua, mungkin juga tidak (buah karya dari kontraktor nakal). Tiap hari, tiap jam kendaraan-kendaraan besar seperti trailer, truk gandeng dengan berbagai kendaraan dengan muatan yang berton-ton beratnya silih berganti melewati jembatan itu. Meski sudah ada peringatan yang dipasang (mungkin yang pasang Dishub), tetap saja kendaraan-kendaraan dengan acuh-tak acuh menjalankan kendaraannya melewatinya tanpa ampun. Semakin hari semakin banyak saja bagian-bagian jembatan yang jebol. Hingga suatu hari, sebuah alat berat nongkrong di pinggir jembatan. Kelihatannya mau diperbaiki dan semoga saja jembatan yang baru lebih kokoh dari sebelumnya. Read the rest of this entry »


PELANGI ITU, HILANG SATU WARNA

18 November 2012

Oleh : Iwan Soebakre*

 

Barusan dengar cerita dari salah seorang siswaku yang sudah lulus. Ada temennya sekelas yang sebenarnya pada waktu tes penerimaan mahasiswa baru kemarin, dia bisa melanjutkan studinya di Universitas Indonesia. Namun, karena diminta biaya pendidikan sebesar 100 juta, dia terpaksa mengubur impiannya untuk bisa kuliah di tempat itu. Cerita lainnya terjadi setahun sebelumnya, ada siswi yang menurutku dia anak yang cerdas. Ini pun dibuktikan dengan dia yang selalu ranking teratas di kelasnya. Sewaktu penerimaan mahasiswa baru, dia menempuh jalur PMDK (Penelusuran Minat dan Keterampilan) dan dia berkeinginan untuk masuk ke UNESA (dulu IKIP Surabaya). Mungkin dia ingin jadi guru. Dia lulus tes tersebut, namun tapi karena Ujian Nasional dia tidak lulus, keinginan untuk kuliah di tempat tersebut harus terkubur.

Jadi teringat aku dengan novelnya Andrea Hirata yang konon katanya adalah sebuah kisah nyata. 10 anak dengan segala ketidakberdayaannya, mereka berusaha keras untuk bisa bersekolah. Laskar Pelangi, begitulah Andrea Hirata memberi judul novel tersebut. Kenapa Andrea memberikan sebutan Laskar Pelangi pada kesepuluh anak itu? Yang muncul dalam benakku, adalah bahwa Pelangi itu berwarna-warni. Pelangi itu indah, Pelangi itu titik-titik dan lain sebagainya. Tapi ya sudahlah, toh yang bisa menjawab adalah Penulisnya sendiri. Aku hanya bisa berasumsi bahwa mereka semua, kesepuluh anak itu, mempunyai mimpi-mimpi yang indah tentang masa depan. Mimpi yang indah, seindah pelangi yang muncul dari dari garis cakrawala, berwarna-warni, menjulang tinggi, setinggi impian mereka. Read the rest of this entry »


MEREKA PUN PUNYA KEMAMPUAN

1 October 2012

 Oleh : Iwan Soebakree

Seorang siswa maju ke muka menyajikan sebuah informasi tentang Indosat. Kelas pun jadi senyap. Semua mata teman-temannya tertuju kepada dia. Untuk ukuran siswa dia telah keluar dari kotak yang selama ini telah membelitnya. Kotak ketakutan akan pertanyaan, ketakutan untuk bertanya. Sebelumnya sekilas aku lihat dia baca sebuah buku tentang teologi dari perspektif David Hume dan Al Ghazali. Mantapp…. Semoga dia jadi pemuda yang mampu membawa perubahan.

Kadangkala kita sebagai pendidik terlalu memandang remeh siswa-siswa kita. Pola pengajaran bahwa siswa adalah obyek masih melekat dalam pemikiran sebagian besar guru. Bahwa mereka ibarat gelas kosong yang harus di isi segala macam ilmu pengetahuan dari sang guru. Sebuah pola pendidikan yang menafikkan segala informasi yang mereka dapat dari lingkungan mereka di era digital ini. Guru masih merasa yang paling pintar daripada siswa. Sehingga apabila ada siswa yang bertanya dan berpendapat tentang suatu hal yang sama dari sumber yang lain, mereka dianggap aneh-aneh dan seakan-akan hal itu adalah suatu kesesatan. Pendeknya guru adalah sebuah kebenaran tunggal, tanpa sadar bahwa kebenaran adalah sesuatu yang sangat relatif di dunia ini. Read the rest of this entry »


Melankolis

27 September 2012

Oleh : Iwan Soebakree 

Gak tau kenapa hari ini, aku rasakan sedikit melankolis. Semua orang pasti tahu apa itu melankolis. Sebuah kondisi dimana keadaan pembawaan lamban, pendiam, murung, sayu, sedih, dan  muram. Soe Hok Gie pun pernah mengalaminya. Dalam catatan hariannya dia pernah rasakan situasi itu. Saat itu dia frustasi dengan kondisi sekitarnya. Dia terbuang tapi tetap konsisten dalam memegang idealisme. “Lebih baik terasing daripada harus mengalah pada kemunafikan”. Itulah kata-kata yang yang menjadi jawaban atas realita tersebut. Dalam kesendiriannya dia tulis sebuah sajak untuk orang yang di cintainya. Rangkaian kata yang romantis, untuk orang yang dia kasihi. Harapan terakhir Soe Hok Gie untuk bersandar karena kelelahan pisikis yang amat berat saat itu.

Ngomong-ngomong soal melankolis, tak sengaja kemaren aku lihat cuplikan sebuah video klip dari Addele. Seorang artis yang melambung namanya dari sebuah ajang pencarian bakat di Inggris sono. Merinding rasanya aku dengar liriknya. Penasaran aku cari lagi video klip nya di internet. Begitu dapat aku dengarkan lagu itu berkali-kali. Aku resapi apa artinya sebuah duka apapun itu penyebabnya. Read the rest of this entry »


“AMUK KALI INI”

27 June 2012

(Iwan Soebakree)

Mungkin di antara tulisan-tulisan bertemakan amuk, amukku ini adalah yang ke sekian ratus kali, atau bahkan mungkin ke sekian ribu yang sudah dirasakan oleh orang lain. Dengan berbagai penyebab, kiranya rasa amukku ini pasti juga sama rasanya dengan amuk-amuk yang lain. Amuk oleh kawanku Ian yang anak Unmuh Gresik, atau mungkin amuk oleh kawanku, Sinta yang sampai menyematkan kata “Amuk” dalam nama anaknya. Sang ketua mungkin juga pernah merasakan amuk-amuk yang lebih tinggi kadarnya daripada aku. Soalnya barusan kemarin aku lihat sang ketua itu, sedang membalas sms dengan serius, dan tersirat ada rasa agak amuk dari cara dia menjawab sms tersebut. Amuk-amuk yang aku sebutkan adalah amuk yang aku saksikan secara langsung, dan aku yakin berjuta-juta amuk yang tidak aku lihat secara langsung juga terjadi. Read the rest of this entry »


Ada Yang Pengen Jadi Orang Jelek???

23 May 2012

Oleh : Iwan Soebakree*

Tetralogi Pulau Buru, Pramudya Ananta Toer sudah selesai aku baca. Segala pembicaraan dengan kawan tentang kemana larinya permasalahan yang dibahas dalam novel itu sudah berulang-ulang kami bicarakan dan herannya seperti tidak ada habisnya. Dalam beberapa pembicaraan aku terdiam karena yang dibahas yang kebetulan tidak menancap di memori otakku. Entah terlewat atau memang bisa jadi daya tangkapku yang kurang, tapi  justru aku malah senang karena dengan pembahasan itu seakan-akan melengkapi hal-hal yang aku lewatkan tadi. Aku manggut-manggut dan pikiranku melayang ke masa lalu. Ya benar. Aku mengalami seperti yang ada dalam novel itu, dan mungkin juga terjadi pada manusia-manusia lain. Sebuah kultur sosial yang menurutku harus diluruskan. Aku sendiri kurang menguasai tentang teori-teori sosial atau teori tetek bengek lainnya. Jadi dalam tulisan ini, semua mengalir berdasarkan apa yang ada di kepalaku. Dan mohon maklum pada anda-anda yang mengerti, karena aku hanya ingin menulis.

Aku terlahir dengan rambut keriting (dari mana dan kapan istilah keriting itu muncul aku sendiri tidak tahu) yang aku yakin itu adalah pengaruh gen dari bapakku. Sejak kecil keriting rambutku ini sudah dimanfaatkan oleh teman-teman masa kecilku sebagai bahan olok-olokan mereka. Begitupun saat beranjak dari SD ke SMP terus ke SMA, sasaran olok-olok karena keriting rambut terus menghujani aku. Sekali waktu aku merana dan bertanya-tanya, mengapa rambutku harus keriting? Ahh… andai saja rambutku gak keriting pasti aku tidak akan dapat olok-olok seperti ini. Keluh kesahku semakin sering muncul seiring dengan olokan-olokan yang semakin gencar dengan berbagai modifikasi. kiranya benar juga seperti yang dikatakan seorang teman belakangan. Di negeri yang aneh ini yang miskin adalah yang salah. Dan dalam aspek pergaulan sosial masyarakat kita, orang miskin itu salah satunya adalah aku yang berambut keriting, mereka yang berkulit hitam (meski bukan negroid), yang berbibir tebal, bermata sipit, hidung pesek, dan lain sebagainya. Selanjutnya apa yang akan mereka katakan tentang keluh kesah ini?? Salah sendiri rambutmu kriting! Jeedeeerrr…. Akhirnya aku tetap jadi orang yang salah. Fiuhh… berattt….!! Read the rest of this entry »


IDAYU DAN PEREMPUAN MASA DEPAN INDONESIA

Oleh : Iwan Soebakree*

Mungkin pada saat anda membaca judul di atas siapa itu Idayu? Dan apa hubungannya dengan perempuan masa depan Indonesia? Yah Idayu yang disebutkan dalam judul di atas memang bukan siapa-siapa kawan. Dia hanyalah manusia biasa yang lahir ke dunia ini bersama dengan bayi-bayi lain yang secara kebetulan lahir berbarengan dengan hari kelahirannya. Benar kawan, Idayu adalah anakku. Berjenis kelamin perempuan dan lahir pada hari Minggu tanggal 27 Februari 2011 di sebuah Rumah Sakit Swasta di Kota Gresik, Jawa Timur.

Aku namakan anakku ini Idayu jelas bukan tanpa maksud. Ada pujangga yang bilang apalah arti sebuah nama, meski kultur yang ada di sini tidaklah demikian. Istriku sampai meminjam sebuah buku yang berisi nama-nama bayi di dunia, dari berbagai bahasa, yang bahkan nama-nama artis top Indonesia pun nongkrong di sana lengkap dengan artinya. Apabila aku sebutkan satu persatu jelas ruang yang tersedia tidak bakal tercukupi (bahkan istriku sendiri saja sampai bingung mau memilihnya), namun bisa aku gambarkan bahwa nama-nama yang jumlahnya ribuan itu punya arti yang indah-indah dan bagus-bagus. Jadi maaf saja apabila anda mencari nama dengan arti yang jelek tidak akan anda temui disitu. He..he..he..! Read the rest of this entry »


 A Chapter : New Begining

20 April 2011

Oleh : Iwan Soebakree

Suatu kali aku lagi lihat ada teman sedang buat blog. kelihatannya asyik banget plus sedikit “ngowe” (ngomong karepe dewe), klik sana klik sini, wes pokoke hiruk pikuk lah. Aku pun sibuk facebook an via HP, sampai kemudian dengan agak pamer bin congkak dia berkata,” Ndeloken blog ku joo..!! Mantap kan..? Hayo ndang gawe blog mosok gak iso? ojo FB an ae ta?” dan sekian kalimat-kalimat sindiran yang lain (www.ngece.com).

Lihat sikap dia yang seperti itu, sontak hatiku jadi panas. Masak seh aku gak bisa bikin blog sendiri? Yo wes, tapi ajarono lho yo..?? sejak itu mulailah aku tertarik utak-atik blog. Dari warnet ke warnet dan akhirnya yang jelas ya tetep ndompleng modem temanku tadi (salahe dewe ngece, hehehehe..). Otak atik blog aku mulai dari 2009 akhir. Meskipun begitu, tetep aja aku yang gaptek ini masih banyak yang aku belum tau. Tanya, browsing, bahkan nanya sama siswa. Ah… gak peduli yang penting aku gak maling. Hihihihi…! Sampai akhirnya jadilah blog aku yang seperti sekarang.

Untuk terus bisa online, aku nekat beli modem (kebetulan produk baru) murah-murahan. Celakanya akses sinyal di rumah keduaku kurang sipp..!! ah sedikit pusing aku di buatnya. Katanya sih karena rumah keduamu itu, plus rumah-rumah di sekelilingnya pake acara tingkat rumah dengan betonisasi. Alamat sinyal gak mampu nembus…!! Semoga para penyedia akses internet mendengar jeritanku ini, biar sinyal diperkuat lagi. Hehehehe…!!

Itulah sekilas tentang awal mula aku utak-atik blog ini. Meski awalnya gara-gara provokasi temen, sampe akhirnya nekat beli modem murah-murahan, akan tetapi aku bersyukur karena aku bisa merambah sesuatu yang awalnya asing bagiku. Dan alhamdulillah sedikit kemampuan ku ini bisa bermanfaat buat orang lain. Semoga yang aku lakukan ini bisa lebih bermanfaat.

Aufklarung for Future!

10 Responses to Pena Tumpul

  1. reny saraswati says:

    Hebat..Pak,,
    Dah bisa bikin blog sendiri,,,
    Kpan2 ajarin aq yah….!.

  2. ayomi says:

    mantap !!!

  3. rumah bilem says:

    yaopo nek ndang teko nang omahku ( yg real ) maksudnya terus aku yo diajari titik yaopo sing siip urusan narcis mode on iki…
    ta tunggu lho

  4. Hafiyyan says:

    Haloo pak….Website bapak bagus….bisa ajarkan kami pak buat blog????…..hahahahahahahaha…..pak file UAS nya sudah saya download…….
    Salam Kenal….Hafiyyan D.A dan Denny A P……..XII IPA 2…

    • soebakree says:

      Wkwkwk…….biasa aja boy. Lha kamu lho anak IT. justru aku pengen belajar dari kamu..!! heheh..! Anyway kalo sudah di download bagus lah. dan selamat berjuang..!!. Oya satu lagi. kita sudah kenal dan malah ketemu tiap hari, karena itu salam kenal kembali dari aku. hahahahah….

      • Hafiyyan says:

        Saya bukan anak IT pak…saya anak bapak ibu saya…*loh?? hahahahah….filenya sudah saya download dan saya sebarkan ke anak2….salam kenal pak…..Hafiyyan IPA 2 Trimurti

      • soebakree says:

        Ohh.. bukan yaa…?? yayyaya…yayyaa… benar kamu. saya lupa….! hahaha…!! siipp dah kalo udah didownload dan disebarkan..!! met berjuang….!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: