MEREKA PUN PUNYA KEMAMPUAN

 Oleh : Iwan Soebakree

Seorang siswa maju ke muka menyajikan sebuah informasi tentang Indosat. Kelas pun jadi senyap. Semua mata teman-temannya tertuju kepada dia. Untuk ukuran siswa dia telah keluar dari kotak yang selama ini telah membelitnya. Kotak ketakutan akan pertanyaan, ketakutan untuk bertanya. Sebelumnya sekilas aku lihat dia baca sebuah buku tentang teologi dari perspektif David Hume dan Al Ghazali. Mantapp…. Semoga dia jadi pemuda yang mampu membawa perubahan.

Kadangkala kita sebagai pendidik terlalu memandang remeh siswa-siswa kita. Pola pengajaran bahwa siswa adalah obyek masih melekat dalam pemikiran sebagian besar guru. Bahwa mereka ibarat gelas kosong yang harus di isi segala macam ilmu pengetahuan dari sang guru. Sebuah pola pendidikan yang menafikkan segala informasi yang mereka dapat dari lingkungan mereka di era digital ini. Guru masih merasa yang paling pintar daripada siswa. Sehingga apabila ada siswa yang bertanya dan berpendapat tentang suatu hal yang sama dari sumber yang lain, mereka dianggap aneh-aneh dan seakan-akan hal itu adalah suatu kesesatan. Pendeknya guru adalah sebuah kebenaran tunggal, tanpa sadar bahwa kebenaran adalah sesuatu yang sangat relatif di dunia ini.

Jadi inget filmnya Gie yang di dasarkan pada dari catatan hariannya. Gie kecil pernah frustasi dengan gurunya yang dia anggap anti kritik. Bukannya apresiasi yang dia dapat tapi, justru mendapat sasaran kemarahan sebagai pihak yang dianggap salah. Tapi mereka bukan Gie. Gie mampu membuktikan bahwa dia benar dengan menunjukkan serta mampu mengembangkan segenap pemikirannya. Sedangkan mereka hanya mampu melampiaskan kemarahannya dengan simbol-simbol mereka sendiri. Malas belajar. Enggan mengerjakan tugas-tugas dan lain sebagainya.

Karena itu janganlah berkecil hati pelajar-pelajarku. Teruslah belajar. Jangan pernah menyerah pada keadaan. Renggut madu ilmu pengetahuan sebanyak-banyaknya. Tanya-tanyalah kalau kalian memang penasaran. Carilah pula jawaban dari tempat lain. Supaya kebenaran yang hakiki bisa kalian dapatkan. Karena kalianlah generasi-generasi yang akan memakmurkan Indonesia.

 

Surabaya, 27 September 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: