5 cm

Penulis/Author: Donny Dhirgantoro
Penerbit/Publisher: Grasindo
Cetakan/Edition: 2005
Kategori/Category: Fiksi
ISBN: 979-759-151-4

Sekali lagi, aku terkagum-kagum membaca karya anak bangsa. Jangan-jangan memang aku yang sudah terlalu lama merantau melebihi keinginan bathin?? Yang pasti, aku tahu, aku sangat normal karena selalu merindukan Jakarta dengan sejuta tempat makan super nikmatnya plus lampu-lampu jalanan dan suasana romantis Jakarta Kota di malam hari. Thanks Donny, for putting all my imaginations and desires into such a believable writing (lihat halaman 353). Silakan tidak percaya juga, karena aku pun merindukan macetnya kota Jakarta, waktu yang tidak pernah habis di caci maki tetapi waktu yang tepat pula untuk menganalisa sisi kanan-kiri mobil dan melihat wajah Jakarta dari balik kaca, sambil tune-in radio kesayangan, hahaha… I know I am never crazy for wanting to go home afterall.

Kelima sahabat (Arial, Genta, Riana, Zafran dan Ian) berteman sejak mereka masih memakai seragam putih abu-abu, masa-masa muda yang penuh cerita lucu, sedikit tolol maupun cerita sedih yang akan selalu dikenang sebagai hal paling manis dalam hidup. Persahabatan mereka sedemikian eratnya sehingga tak terasa mereka selalu bertemu dan bercengkerama hampir setiap hari, meskipun sebagian dari mereka sudah mulai bekerja. Untuk menghindari kejenuhan yang kronis, mereka sepakat untuk tidak berkomunikasi selama 3 bulan, waktu yang akan mereka pakai untuk melanjutkan hidup dan memungut apa yang sempat terbengkalai karena kegiatan dengan para sahabat. Arial mencari cintanya, Genta, Zafran dan Riana berusaha fokus pada pekerjaan mereka, sedangkan Ian melanjutkan kembali skripsinya yang sudah lama tertunda. Pertemuan setelah 3 bulan nanti akan mereka rayakan secara besar-besaran.

Genta yang punya ide. Tanpa memberitahukan secara detail, melalui sms Genta mengingatkan sahabat-sahabatnya tentang 3 bulan yang hampir habis dalam waktu seminggu diikuti sederetan permintaan bahwa pada hari H mereka harus bertemu di Stasiun Senen. Teman-temannya diminta pula membawa segudang peralatan. Genta berniat membawa para sahabatnya untuk melakukan sebuah perjalanan, perjalanan hati yang memperkaya diri mereka sebagai manusia, perjalanan yang menjadi momentum perubahan dalam diri mereka. Mereka akan mendaki gunung Semeru untuk mencapai puncak Mahameru tepat pada tanggal 17 Agustus.

Setengah dari buku 5 cm. bercerita tentang keseharian lima sahabat ini, dari sifat-sifat mereka yang berbeda satu dengan yang lain sampai dengan perilaku dan aktifitas mereka yang penuh canda tawa, diselingi cerita tentang permasalahan antar-sahabat. Setengahnya lagi, buku ini menuliskan petualangan kelima sahabat dalam mendaki gunung Semeru. Kalau temanku Gita.Fh pernah menulis dalam blognya bahwa ia sempat kepingin naik gunung sehabis membaca buku ini, aku malah semakin ingin pulang ke Jakarta supaya bisa jalan-jalan lagi di Kota jam 1 pagi, lalu mampir makan ikan baronang bakar di Pasar Baru sambil nguping lagu-lagunya Sade, Brand New Heavies, Frank Sinantra, Adam Ant, Lighthouse Family dll. yang lirik-liriknya ramai dikutip penulis dalam novel ini🙂 Indahnya… hahaha.

Seseorang yang sangat berarti untukku juga pernah bercerita tentang perjalanannya menuju Mahameru bertahun-tahun yang lalu. Puncak Mahameru telah mengubah hati banyak manusia karena keindahan, keagungan dan kemegahan alam raya yang senantiasa mengingatkan manusia kalau mereka sangat kecil dihadapan Sang Pencipta, seperti yang juga dirasakan dan hendak diceritakan penulis novel ini. Mendaki gunung memiliki segudang aturan tidak tertulis yang sebaiknya diikuti karena kesombongan dan ketidakdisiplinan bisa berakhir petaka di sana. Aku tidak kepingin mendaki gunung karena aku tahu aku tidak bisa, tapi keyakinan yang menggantung sejauh 5 cm dari kening menggugahku untuk lebih bersemangat untuk menggapai mimpi!

Mungkin karena sepantaran dengan masa-masa SMA penulis, buku ini benar-benar kunikmati. Gaya bertutur yang kadang sok lucu, sok tau, sok bijak lalu lirik-lirik lagu dan cara melihat dan mengungkapkan sesuatu terasa akrab bagiku (meskipun ada kemungkinan kalau angkatan lain pun memiliki cycle yang tidak jauh berbeda). Cerita tentang pergolakan bathin Ian di Bab 5 dan juga Ian yang jadi bulan-bulanan oleh junior kuliah, resepsionis kantor dll. buatku agak dipaksakan, begitu pula dengan forward cerita ke “sepuluh tahun kemudian” yang menurutku agak merusak jiwa buku dan kurang penting sebetulnya.

Sekedar saran, untuk para mahasiswa, mantan mahasiswa dan juga calon mahasiswa baik yang ber-demo karena mengusung cita-cita mulia, maupun yang ber-demo karena ingin masuk TV dan dianggap keren karena bisa ekstrem melawan pemerintah, novel ini mungkin bisa dijadikan bacaan di kala senggang ketika kalian sedang tidak sibuk ber-demo. Walaupun agak kocak, tapi sisi tidak kocaknya bisa menyumbang sedikit inspirasi loh😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: